Seputar Perubahan Iklim

•April 23, 2010 • 5 Komentar

Industraliasasi di negara-negara berkembang dan maju mendorong naiknya pola-pola konsumtif orang. Pola hidup yang konsumtif terus berkembang seiring dengan naiknya kebutuhan hidup modern. Pola hidup konsumtif yang tidak ramah lingkungan memicu naiknya kosentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer.

Aktivitas-aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, dan peternakan memperburuk kondisi di atmosfer. Aktivitas manusia di kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer. melihat kenyataan tersebut, manusia berperan sekali dalam meningkatnya suhu secara global. aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, menjalankan mobil berbahan bakar, menggunakan eneri listrik, memproduksi barang-barang menghasilkan carbon yang sangat besar.

Pola hidup konsumtif yang mengharuskan manusia untuk mengonsumsi lebih mengakibatkan timbulan sampah yang juga penghasil gas methane. penggunaan kendaraan yang berlebihan memproduksi carbon dengan jumlah banyak. Penggunaan pupuk buatan yang berlebih oleh para petani juga berkontribusi langsung terhadap naiknya kosentrasi carbon di atmosfer.

by danny kratoon-BINTARI foundation, 2007

dampak sistemik perubahan iklim


Aktivitas manusia di sektor kehutanan, seperti penebangan hutan secara besar-besaran dan pembukaan hutan untuk lahan pertanian serta peternakan telah menyumbang carbon ke atmosfer dengan jumlah yang sangat besar. Pembakaran atau kebakaran hutan juga telah memberikan sumbangan carbon ke atmosfer. sektor kehutanan menjadi titik sumber terbesar penyumbang carbon yang memperparah proses terjadinya pemanasan global. Hutan sebagai sumber yang menyerap karbon berkurang karena penebangan dan pembakaran hutan. pohon-pohon tertebang melepaskan carbon tersimpan di pohon dan carbon tersebut akan terakumulasi ke atmosfer


Mekanisme Global Warming

GRK berada di lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. GRK terjadi secara alami dan jumlahnya adalah satu persen dari keseluruhan atmosfer. atmosfer sendiri berfungsi mengatur keadaan iklim di bumi. Ketika sinar matahari terpancar ke bumi, atmosfer berfungsi sebagai penahan sehingga panas yang diterima bumi tidak begitu panas. Radiasi tersebut diserap oleh bumi dan menjadikan bumi hangat. Sisa sinar tersebut dipantulkan kembali oleh bumi ke alam.

GRK adalah salah satu gas yang ada di atmosfer. GRK menyerap radiasi inframerah sinar matahari dan menjebak panas di atmosfer. untuk menahan kembali sinar matahari yang dipantulkan kembali ke alam oleh bumi. Jika tidak ada atmosfer, keadaan bumi akan sangat panas. Atmosfer berfungsi menahan radiasi sinar matahari secara langsung. Dengan naiknya kosentrasi GRK di atmosfer, panas matahari yang sediakalanya dikembalikan ke alam terperangkap oleh atmosfer. keadaan ini mengakibatkan panas matahari kembali ke bumi dan mengakibatkan suhu naik.

Carbon, methane, nitrous oxide, dan fluorocarbon adalah gas-gas penyusun GRK. Kosentrasi carbon adalah 60 % dari keseluruhan GRK (data dari IPCC). karbon merupakan gas yang paling utama dan terbesar di dalam proporsi GRK. Carbon dihasilkan oleh manusia dari pembakaran bahan bakar fosil, dan deforestrasi.

Pembakaran bahan bakar fosil, seperti industri, transportasi mengahasilkan karbon yang besar. Setiap tahun, manusia menyumbangkan lebih dari 30 milyar ton carbon ke atmosfer. menurut WWF, 36 % karbon dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di sektor energi (seperti pembangkit listrik dan kilang minyak). 27 % karbon dari sektor transportasi dan 15 % dari sektor rumah tangga dan jasa. sumber-sumber penghasil karbon yakni dari kegiatan pembukaan hutan untuk lahan berpindah dan pembukaan lahan peternakan.

Sektor pertanian dan peternakan berpotensi juga menyumbangkan GRK. Tingkat produksi pertanian yang tinggi mendorong penggunaan pupuk buatan yang tinggi pula. Penggunaan pupuk yang berlebih berpotensi menghasilkan GRK yakni Nitrous Oxide. Di sektor peternakan, produksi kotoran ternak yang berlebih memberikan kontribusi methan untuk GRK di atmosfer. Meskipun hanya berkontribusi pada GRK sebanyak 20% namun methane memiliki efek 60 kali lebih dasyat dibanding dengan carbon karena dapat bertahan di atsmosfer selama kurang lebih 12 tahun.

From Zero To Hero…..

•April 23, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ketika Gotham City menyebut Batman sebagai pahlawan dan Kota Metropolis menyebut Superman sebagai seorang yang patut mendapat penghargaan karena telah menyelamatkan kota mereka dari ancaman Alex Luthor, tak ada yang lebih penting untuk menyebut diri kita seorang pahlawan yang sangat hebat, yang mampu memenangi setiap pertarungan hidup yang melelahkan dan tiada akhir.

Sungguh sebuah self-motivation yang sangat hebat. Memang benar bahwa pahlawan itu ada dalam diri kita sendiri bukan lagi Batman, Superman, Spiderman, Superboy, atau pun James Bond. Ketika harapan-harapan kita hilang entah kemana dan kita merasa kalah dalam pergulatan hidup, tak ada salahnya kita selalu ingat dan melihat semua kekuatan dalam diri kita. Kekuatan-kekuatan itu terus memicu kita untuk selalu berpeluh memenangkan kembali langkah-langkah terkalahkan kita.

Sebuah self-motivation dan self-confidence harus selalu muncul dan tumbuh dalam jiwa dan akal kita. Tak ada yang dapat kita perbuat kecuali menyakinkan diri bahwa kita mampu menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri bahkan bagi orang lain. Keberhasilan kita dalam menjalani hidup tergantung bagaimana kita meyakinkan diri kita akan setiap kemampuan yang kita miliki.

Cukup sulit menjadi pahlawan bagi diri sendiri, dan Sang Pemilik Kehidupan pun mengetahui akan hal itu namun akan lebih sulit ketika kita hanya berpasrah diri dan menunggu orang lain menjadi pahlawan bagi kehidupan bagi kita. Bukankah hal yang sangat memalukan karena kita tidak mampu mengalahkan sikap skeptis kita???

Setiap orang harus menyadari akan kekuatan masing-masing yang tak ada seorang pun di bumi ini memiliki kekuatan yang sama. Menyadari hal itu, kita pasti mampu menjadi pemenang dan bahkan pahlawan bagi diri kita sendiri.

HERO
(song by Mariah Carey)

There’s a hero
If you look inside your heart
You don’t have to be afraid
Of what you are

There’s an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know
Will melt away

And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you

It’s a long road
When you face the world alone
No one reaches out a hand
For you to hold
You can find love
If you search within yourself
And the emptiness you felt
Will disappear

And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you

Lord knows
Dreams are hard to follow
But don’t let anyone
Tear them away
Hold on
There will be tomorrow
In time You’ll find the way

And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you

EKSISTENSI KARAKTER PEMIMPIN CALON GUBERNUR JAWA TENGAH MELALUI JARGON

•Agustus 5, 2008 • 6 Komentar

Upaya menampakkan diri melalui jargon menjadi salah satu alternative pilihan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan puncak yakni dipilih oleh masa. Fenomena perang spanduk (jargon) di jalan oleh calon gubernur Jawa Tengah marak akhir-akhir ini. Apa yang sebenarnya mendasari meraka untuk melakukannya?

Calon gubernur sudah pasti calon pemimpin. Jargon yang dengan mudah ditemui di tempat-tempat strategis sebenarnya merupakan cerminan karakteristik diri ataupun organisasi. Mengapa organisasi? Seorang dapat mencalonkan diri melalui mekaniskme kendaraan politik. Kendaraan politik dalam hal ini adalah sebuah organisasi. Dengan demikian, jargon yang diusung oleh calon-calon pemimpin tersebut adalah cerminan arah dari organisasi pengusung calon tersebut.

Calon-calon tersebut sudah barang tentu memiliki satu karakter yang orang awam tidak miliki yakni karakter seorang pemimpin. Karakter seorang pemimpin dapat dibaca melalui jargon-jargon yang dipublikasikan.

Bambang Sadono, dengan jargon “ Menuju Jawa Tengah Sejahtera” mencoba menampilkan karakter pemimpin yang rendah diri. Melihat Jawa Tengah yang tidak sejahtera, karakter yang rendah diri menawarkan sebuah perubahan pada suatu kondisi yang harus diubah kepada masa. Dengan sedikit arogan pula, Bambang berupaya memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa dialah yang mampu memberikan perubahan yakni menjadi sejahtera.

Karakter kepemimpinan tidak hanya rendah diri, arogan kepada lawan, berani, percaya diri, dan lain-lain namun karakter kepemimpinan dibangun secara utuh antara soft skill dan hard skill. Karakter kepemimpinan mencakup ambisi, keinginan, kejujuran, integritas, kepercayaan diri, kecerdasan otak, kecerdasan emosi yang kesemuanya merupakan penggabungan soft skill dan hard skill. A model of authentic leadership that integrates contextual, cognitive, affective, cognitive, and spiritual elements (Klenke: 2007).

Menurut pendapat penulis, karakter kepemimpinan tidak cukup pada karakter fisik dalam artian karakter yang dapat dengan mudah dibaca oleh orang lain. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang pemimpin memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Kecerdasaan spiritual, menurut hemat saya, menentukan kecerdasan emosi orang.

Dengan spiritual, jiwa akan terisi dan dengan otomatis emosi akan terkontrol. Hal ini adalah mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan emosi yang bagus, seorang pemimpin dapat melakukan pengambil keputusan dengan baik dan tepat.

Melihat jargon-jargon yang ditawarkan oleh sebagian besar calon gubernur, kesimpulan penulis adalah karakter kepemimpinan yang ideal belum mampu ditunjukkan. Meraka lebih pada memberikan sesuatu tawaran yang kasat mata.

Namun, menurut Penelitian yang dilakukan oleh Goleman dan kemudian dipublikasikan melalui International Journal of Scholarly Academic Intellectual Diversity Volume 8, Number 1, 2004 oleh Alicia Kritsonis, MBA Graduate Student, California State University, Dominquez Hills, karakter pemimpin menentukan gaya kepemimpinan yang dipakai kelak ketika calon gubernur tersebut menjadi pemimpin. Galmone juga menyatakan bahwa karakter pemimpin yang efektif adalah memiliki tingkatan yang tinggi dalam kecerdasaan emosi. Hal tersebut senada dengan pendapat penulis.

Kecerdasaan emosi tersebut meliputi kesadaran diri, peraturan diri, motivasi, empati, dan kecakapan social. Dengan melalui pengulangan, waktu, keinginan, serta usaha, kecerdasan-kecerdasan ini dapat memberikan dapat yang positif terhadap pencapaian hasil oleh sang pemimpin.

Kesadaran diri membuktikan akan kemampuan sang pemimpin dalam melakukan evaluasi dan intropeksi diri terhadap semua kemampuan dan potensi yang ada di dalam diri. Peraturan diri menyatakan sang pemimpin memiliki semacam komitmen dari awal yang harus dipegang teguh dan diwujudkan selama masa kepemimpinan. Motivasi merupakan dasar dari segala karakter yang ada dalam jiwa seorang pemimpin. Seorang pemimpin boleh jadi memiliki semua karakter pemimpin namun motivasi adalah dasar untuk mewujudkan semua karakter tersebut dijalani. Empati menjadi bagian dari seorang pemimpin untuk selalu melihat sekeliling. Sikap empati kepada lingkungan membawa seorang pemimpin menjadi good decision maker. Kecakapan social adalah bagaimana seorang pemimpin mampu melakukan komunikasi yang baik terhadap lingkungan dan organisasi. Bagaimana sang pemimpin mengomunikasikan kepada lingkungan dengan bahasa yang mudah dan mampu memberikan embati kepadanya.

Melihat piramida di atas, motivasi merupakan hal yang paling mendasar. Berdasarkan jorgan yang terpampang di tempat-tempat strategis, para calon pemimpin tersebut paling tidak memiliki motivasi untuk melakukan. Jargon-jargon tersebut sebagian besar mencerminkan adanya sesuatu yang harus berubah. Motivasi untuk meraih masa yang paling banyak dan menang tentunya.

PEMBANGUNAN UNTUK KEHIDUPAN YANG BERKELANJUTAN

•Agustus 5, 2008 • 1 Komentar

Menjadi sangat menarik ketika kita melihat dunia tumbuh dan berkembang dengan pesat. Teknologi dengan cepat merambah ke kawasan margin. Patut diacungi jempol bahwasanya peradaban manusia mulai berkembang dan dapat dikatakan telah menemukan jalannya. Dengan segala ilmu pengetahuan yang terus berkembang, pembangunan dan teknologi menjadi hal yang mudah bagi manusia. Begitu pula dengan segala fasilitas yang telah tersedia, memberikan jalan mulus bagi berkembangnya suatu kelompok masyarakat.

Pembangunan yang terjadi saat ini baik fisik maupun nonfisik dilakukan tidak secara komprehensif. Dalam artian, tidak semua aspek dalam kehidupun menjadi bahan pertimbangan kegiatan tersebut, sebuat saja aspek lingkungan. Sudahkan tersentuh? Banyak kasus yang dapat menjadi gambaran bagaimana pembangunan tidak mempertimbangan secara keseluruhan. Beberapa upaya pembangunan fisik seperti hotel dan pabrik tidak mengindahkan aspek lingkungan. Terbukti sedikit dari mereka membuat analisa tentang dampak lingkungannya (AMDAL).

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan salah satu programnya yakni Education for Sustainable Development mencoba membukakan mata kepada dunia akan pentingnya nilai keberlanjutan di setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan. Hal itu berdasar pada kenyataan bahwa keluaran pembanguna selama ini belum mampu memberikan kehidupan yang sustain.

Selama ini, hanya memberikan peluang bagi pembangunan dari segi ekonomi saja namun telah melupakan lingkungan sebagai sumber dari kehidupan. Tak sedikit di beberapa bagian bumi, kondisi lingkungan menjadi menurun karena kurang adanya kesadaran dan pemahaman akan pentingnya pengelolaan lingkungan sehingga keberlanjutan hidup dapat dicapai.

Penekanan pembangunan dan pertumbuhan pada segi ekonomi membawa pada pengabaian beberapa segi yang sebenarnya saling terkait yakni lingkungan dan juga ekonomi. Pencapaian pertumbuhan ataupun kehidupan ekonomi yang sesaat berdampak buruk pada keberlanjutan dari pembangunan itu sendiri. Ada tiga aspek utama yang menjadi komponen dasar dalam pembangunan berkelanjutan yang nantinya kalau ketiga aspek ini digarap secara menyeluruh akan membawa umat manusia pada kehidupan yang lestari. Ketiga aspek tersebut adalah aspek sosial, ekonomi, dan aspek lingkungan.
Lingkungan harus digarap dengan hati-hati mengingat ini adalah sumber kehidupan bagi manusia. Bisa dibayangkan bagaimana jika lingkungan tersebut rusak dan tak terawat? Boleh jadi hari ini kita bisa makan dan menikmati hidup, bagaimana dengan esok? Bagaimana dengan generasi di bawah kita? Dari mana mereka dapat mempertahankan hidup? Isu lingkungan memang manjadi isu yang krusial untuk saat ini dan masa yang akan datang.

Aspek kedua adalah asperk sosial. Ini berkaitan dengan nilai kesepahaman diantara kelompok. Kesepakatan dan pemahaman bagaimana pembangunan tersebut dijalankan tanpa mendatangkan kerugian hidup bersama. Bagaimana kelompok tersebut membangun sebuah komitmen yang utuh dalam memperjuangkan nilai-nilai keberlanjutan dari kehidupan mereka. Seringkali aspek ini tertinggal. Kepentingan sosial terabaikan dengan munculnya kepentingan tunggal yang acap memerikan dampak negatif pada kehidupan sosial.

Ekonomi adalah aspek terakhir dalam pembangunan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang sehat mencerminkan kemakmuran yang didapat. Semakin makmur semakin tinggi pula kehidupan ekonomi. Namun, sebagaimana tersebut bahwasanya pertumbuhan ekonomi sesaat bukanlah jawaban yang baik. Namun bagaimana pertumbuhan ekonomi tersebut mampu memberikan kehidupan untuk masa depan.

Ekonomi, lingkungan, dan sosial jika diilustrasikan dalam sebuah gambar akan memberntuk pola keterikatan dalam sebuah segitiga. Lingkungan terkait dengan kedua aspek yang lain. Begitu pula dengan setiap aspek, mempunyai keterkaitan dengan aspek-aspek yang lain. Jika salah satu aspek dalam kondisi yang tidak semestinya, interasksi segitiga yang terjalin tidak berjalan dan dapat dipastikan kehidupan yang berlanjut jauh dari jangkauan. Suku Badui, Banten mempunyai nilai-nilai pembangunan yang berkelanjutan. Terbukti hingga saat ini, mereka dapat hidup tanpa adanya intervensi dari luar. Dengan mandiri mereka mampu mengolah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa menimbulkan konflik.

Dengan memperhatikan secara benar ketiga aspek tersebut, kehidupan dengan pembangunan yang subur berjalan dengan langgeng. Manusia dapat secara hidup baik secara material maupun non material dan yang lebih penting manusia dapat menikmati hidup yang sustain tidak mandeg sampai di sini. Ada gambaran kehidupan di generasi bawah.

Public Interest

•Agustus 5, 2008 • 4 Komentar

Konsep public interest dapat diartikan sebagai pertimbangan yang dapat mempengaruhi permintaan barang dan memfungsikan masyarakat serta pemerrintah yang baik untuk kemakmuran bersama. Sesuai dengan kata pembentuknya, public berarti umum dan interest berarti kepentingan. Dengan demikian, public interest dapat diartikan sebagai sebuah kepentingan yang menyangkut secara bersama.

Ada banyak pandangan terkait dengan public interest tersebut. Dalam public interest sering kali terjadi dilema antara pemberian dan penyembunyian informasi terkait dengan kepentingan banyak pihak. Public interest dilakukan dengan cermat dan memperhatikan kebutuan khalayak. Di dalam public interest terdapat dua hal yang mendasari pembentukannya, yakni pemberian infomasi kepada masyarakat dan menutup-nutupi informasi kepada masyarakat. Sebuah masalah dapat diputuskan menjadi sebuah public interest dengan melalui dua tahap yakni :

• Public interest assessment
Public interest assessment dimaksudkan untuk menggali lebih dalam akan kebutuhan-kebutuhan dari sebuah permasalahan yang akan diangkat menjadi publik interest. Bagaimana kepentingan tersebut nantinya dapat benar-benar menjadi public interest. Assessment di tingkat masyarakat serta di tingkatan pemerintah menguatkan interest tersebut memiliki sokongan untuk menjadi public interest ataupun sebaliknya. Sebagai contoh adala ketika masyarakat menginginkan informasi terkait dengan jumlah polisi intel dalam sebuah kota kepada pemerintah. Dengan permintaan tersebut, pemerintah bisa jadi memberikan atauapun menolak untuk memberikan infomasi yang masyarakat inginkan. Alasan pemerintah tidak memberikan infomasi tersebut karena informasi tersebut dapat dijadikan oleh orang-orang kriminal untuk memetakan potensi kejahatan bagi mereka, namun ketika pemerintah memberikan informasi akan membuka peluang bagi orang-orang kriminal tersebut untuk menghimpun kekuatan.

Dengan demikian, assesment dari masyarakat terkait dengan public interest dilakukan dengan sangat hati-hati karena jika terjadi kesalahan dalam pemberian informasi yang mengatasnamakan public bisa jadi akan menjadi keuntungan bagi segelintir individu dan akan menjadi private interest.
Beberapa hal yang dijadikan pertimbangan ketika melakukan public interest assessment, salah duanya adalah :

1. Kondisi dan jenis fasilitas yang disediakan, khususnya fasilitas yang membedakan dengan wilayah lain. Contohnya adalah kebutuhan polisi rahasia di masing-masing kota adalah berbeda.
2. Dampak negatif dan positif dari masyarakat lokal. Bagaimana jika polisi rahasia ditambah. Akankah merugikan atau menguntungkan?

• Public interest test
Seluruh data terkait dengan permintaan dari masyarakat, kemudian diuji apakah memang benar-benar telah mewakili kepentingan secara umum. Ketika keuntungan untuk menjadikan public interest lebih besar dari pada kerugian, public interest sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat dapat disetujui. Namun, pelaksanaan dari public interest dilakukan pengawasan sehingga tidak memunculkan private interest di kemudian hari. Hal tersebut terkait dengan kerentanan di dalam masyarakat itu sendiri. Konflik sosial dan kelompok dapat terjadi ketika public interest sudah berali menjadi private interest.

Dalam pelaksanaan public interest, hak individu dijaga secara seimbang untuk menyeimbangkan public interest tetap “on the right track”. “It would be true to say that what is in the public interest often depends on the particular circumstances, and each circumstance raises a range of considerations that often conflict. Sometimes conflicting public interest considerations need to be balanced”. (Public Sector Agencies Fact Sheet No 16).

Konflik kepentingan dijaga supaya tidak naik dan mengacaukan public interest itu sendiri. Pemerintah memiliki andil dalam mempertahankan status dan pelaksanaan public interest tersebut. Pemerintah menjamin keabsahan public interest tanpa adanya kepentingan individu yang bermain di dalamnya seingga public interest dapat memuaskan masyakat sebagai warga negara.

They must, as a matter of course, avoid situations where their private interests conflict, might potentially conflict, or might reasonably be seen to conflict with the impartial fulfilment of their official duties. Where conflicts between public and private interests cannot be avoided they must be appropriately disclosed and managed. (Public Sector Agencies Fact Sheet No 16).

Public interest terkait dengan mencapai tujuan masyarakat yang lebih baik karena memuat kepentingan dan keinginan secara bersama, khalayak umum. Berapa orang yang akan menerima keuntungan dengan adanya public interest menjadi sangat crusial dalam proses penentuan kebijakan public interest.
Satu contoh adalah menyatakan penanaman pohon jarak menjadi public interest di Indonesia. Langkah pertama perlu menghitung berapa orang yang mendapatkan keuntungan dari kebijakan penanaman pohon jarak. Proses penghitungan dan kalkulasi tidak dilakukan secara sekilas atau hanya dilihat dari permukaan saja bahwasanya pohon jarak dapat menumbukan perekonomian masyarakat. Nilai ekonomi jarak menjadi melambung karena kebutuhan jarak baik di tingkat nasional maupun internasional tinggi. Dengan menanam jarak, masyarakat akan mendapatkan keuntungan. Di satu sisi, penanaman jarak ternyata membutuhkan konversi lahan pertanian pangan menjadi lahan kering untuk jarak. Ketika seluruh masyarakat menanam jarak untuk kebutuhan bahan bakar alternatif, ada kerugian yang lain yang akan ditimbulkan yakni terjadinya krisis pangan karena alih fungsi lahan pertanian. Tidak ada lagi lahan yang dipergunakan untuk menanam tanaman pangan seperti padi. Isu tersebut menjadi sangat penting dan urgen untuk menjadikannya sebuah public interest. Public interest juga menyangkut pada “moral hazard” dari setiap individu dalam sebuah kelompok.

WORLD IN 20 YEARS

•Agustus 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

World is changing rapidly. Earth as a place where human being is living, now is being older and older. People are growing as fast as jet plane. In the other side, earth does not grow. Earth has no place anymore for next generation. The growth of people in this world has its own consequents. The daily needs of those people are more and more. The activities of human are more as well. Many activities are run to satisfied people’s interest. They take many ways to gain it. They will do whatever that it makes them. They exploit the nature greedily. They just think about accidental happiness and satisfaction.

Since 1980, the human activities have been increasing on the earth. Human activities which is exploiting the nature, such as coal mining, land opening, technology development, etc gives bad and good point to human’s life. Human are trying and trying in order to get more effective and efficient life. Instant lifestyle encourage human to develop more that it should be. Practical life is chosen by human to satisfy them. Opening the forest for houses is now being trend for fulfilling the house needs.

Climate change is world’s threat within the next generation. It can be convinced within 20 years, world will be changed much. Problems are getting worse and complicated. Human’s activities will lead to the climate change and the world change. Practical life styles exacerbate the nature condition. Opening forest is the example of human’s activities, which change the planet of earth.
Vulnerable people will get this experience much. Poor people will suffer from the lack of water. This inequity condition will be more and more serious. Developed countries, which have more power and money, will exploit more to get the benefit however poor and developing countries, which do not exploit will get the impacts of it.

People will have no clean and fresh water access anymore. Water is being lack. No are will absorb and keep the water in it. No land can be used for water reservoir. Deforestation for houses gives big opportunity to water to escape from it should be. In some part of the world, now days, this problem is faced. People are finding difficulty to find the water and it causes the decreasing of health quality of the family. Water is very important for surviving. People cannot live without water. Poor people who has no access in getting health facilities will suffer much as they cannot provide the best for their family’s health. Serious diseases such as malaria and fever will be serious threat as well. Those kinds of diseases are caused by lack of clean water. Since people have no clean water access for water, they will find any kinds water to overcome the lack of water. It can be polluted and improper water.

People who will suffer from the lack of water are women. Being person who responsible for providing and services the daily needs of family, women is going to walk in along distance to find the water. The will try to find the water whenever it is and then, they will carry it to their house.

Furthermore, lack of water will also trigger conflict among people. People will struggle to obtain water. Some conflicts are happening now. They want to access clean water whatever the condition is. The demand is not appropriate with the supply of water from the nature. Farmers and anglers have big opportunity in making conflict. Those people try to get water for their own areas. They want water to water their area in order to get good harvest. Some will get more and some will get little. Some who get little will fail in harvest time. Harvest time is impossible for those vulnerable people. It also will lead to the lack of nutrition for the family as well. Those cannot provide and services sufficient nutrition for their family. Health condition will decrease since crops cannot be gained because of lack of water.

Within next years, there should be ideas to minimize the worse condition of lack of water. The question is why people will be greedy to exploit the nature. What should do to make the wise in treat the nature and the earth? Education is being the best solution for it. Environment education gives people wider point of view in using and exploiting the nature. Environment education has to be implemented in every sector of live, informal and formal. Life should be adorned by environment education. It will make people in every generation, accustomed to think and manner eco friendly. The education should be run within a family since family is very important for banding thought and manner of children. Those concept of being wise to environment will be brought all long live.

Dampak Perubahan Iklim di Jawa Tengah

•April 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kenaikan suhu bumi secara global sangat terasa dalam beberapa tahun terakhir ini. Panas yang menyebar secara merata di seluruh permukaan bumi, memicu perubahan pola angin dan juga pola arus di laut. Semakin panas suhu bumi, pola angin menjadi lebih kencang. Hal tersebut mengakibatkan tingkat penguapan di laut lepas menjadi semakin besar. Uap menuju ke angkasa dan terjadi kenaikan kosentrasi uap air. Akibatnya terjadilah hujan dengan intensitas yang tinggi.

Dengan berubahnya pola angin, berubah pula iklim di suatu wilayah. Iklim perpengaruh terhadap cuaca yang terjadi. Seperti halnya yang terjadi di Jawa Tengah, perubahan iklim secara global mengubah tatanan cuaca yang telah berlangsung lama. Sebagaimana diketahui, musim penghujan terjadi pada bulan Oktober hingga April, namun yang terjadi beberapa tahun terakhir adalah pergesaran musim. Musim penghujan dirasakan lebih pendek dan datang terlambat. Sebaliknya, musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung sangat lama.

Berdasarkan sumber dari tempointeraktif.com, 104.744 hektare sawah di Demak, Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara mengalami kekeringan. Kekeringan ini diperburuk oleh penutupan Waduk Kedungombo untuk pertanian karena ketinggian air tinggal 78 meter, dari batas toleransi 80,53 meter. Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah mengancam ketahan pangan tidak hanya di Jawa Tengah sendiri namun juga Indonesia karena Jawa Tengah adalah wilayah pemasok terbesar padi nasional.
Dampak kedua adalah bencana longsor di sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Penguapan yang besar mengakibatkan intensitas hujan semakin besar. Hujan berlangsung singkat namun kepadatan hujan tinggi. Daerah-daerah dataran tinggi seperti Karanganyar, Purworejo, Banyumas Banjanegara, dll bersiko terkena ancaman tanah longsor.

Sepanjang tahun 2007, bencana tanah longsor karena hujan yang terus menerus mengguyur terdapat 11 kejadian tanah longsor. Yang terakhir adalah yang terjadi di penghujung tahun 2007, tepatnya pada tanggal 26 Desember di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Enam puluh satu orang tewas karena tertimbun longsor. Longsor tersebut disebabkan karena hujan yang mengguyur beberapa hari tanpa henti.

Puluhan nyawa melayang dan puluhan rumah tertimbun tanah karena tanah longsor. Tanah longsor merupakan dampak karena pola musim yang telah berubah. Intensitas hujan yang terjadi semakin banyak setiap harinya. Hal tersebut diperparah dengan kondisi daerah tangkapan air yang mulai berkurang di wilayah-wilayah rawan longsor.

Naikknya intensitas air hujan juga memicu terjadinya bencana banjir di daerah rawan banjir. Banjir mengancam dan menghancurkan harapan ribuan petani di wilayah Demak, Kudus, Solo, Kendal, Tegal, Pemalang, Rembang, Jepara, dan sepanjang wilayah Jawa Utara. Setidaknya ada ribuan petani 16 kota/kabupaten terancam tidak panen karena ribaun hektar area sawah tergenang oleh banjir. Total tanaman padi yang kebanjiran di Jateng sekitar 35.708 ha dengan 11.916 ha puso (BAPPENAS, 2007). Di Jawa Tengah sebanyak 25,3 ha tanaman pisang, cabe, bawang merah dan kacang panjang yang tersebar di Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Demak dan Sragen terkena banjir dengan tingkat puso mencapai 11 ha.

Berdasarkan sumber dari Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat Propinsi Jawa Tengah, terdapat 123 kejadian banjir di Jawa Tengah sepanjang tahun 2007. Dengan curah hujan mencapai puncak hingga 500 milimeter per bulan, air hujan yang turun berubah menjadi ancaman bagi seluruh warga Jawa Tengah. Banjir telah mengancam pemukiman, pertanian, dan usaha lainnya serta banjir telah menyebabkan kerugian hingga Rp 23,52 miliar. Bahkan intensitas hujan yang tinggi juga terjadi pada awal tahun 2008. Volume air hujan yang besar mengakibatkan daya tampung air di dalam badan sungai tidak muat. Kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya pendangkalan di badan sungai. Akibatnya, air meluap dan banjir tidak dapat dihindari. Hal tersebut terjadi di sungai Bengawan Solo dan Juwana. Air yang meluap menggenangi puluhan ribu hektar lahan pertanian dan permukiman di sekitarnya.
Banjir di wilayah Kudus dan sekitarnya melumpuhkan seluruh aktivitas kehidupan. Sektor transportasi dan juga perikanan mengalami kerugian karena banjir. Infrastruktur mangalami kerusakan. Beberapa ruas jalan di sepanjang pantai utara yang tergenang air banjir mengalami kerusakan. Transportasi baik perdagangan maupun jasa di daerah tersebut lumpuh. Ratusan juta hilang karena kagiatan perekonomian tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banjir juga mengancam ribuan nelayan tambak di sepanjang pantai utara pulau Jawa. Ikan tambak siap panen hilang disapu banjir. Budidaya ikan tampak merugi. Ratusan nelayan tambak merugi karena gagal panen.

Naiknya permukaan air laut karena perubahan iklim mendorong terjadinya abrasi di wilayah pesisir pantai wilayah Jawa Tengah Utara. Suhu tinggi secara global akibat dari perubahan iklim membuat es di wilayah kutub Utara mencair volume air laut bertambah karenanya sehingga permukaan air laut akan mengalami kenaikan. Lebih lanjut, angin yang telah berubah polanya mendorong air ke wilayah pantai secara besar-besaran. Kondisi wilayah pesisir Jawa Tengah yang tanpa adanya penahan gelombang baik buatan maupun alami (mangrove) sangat dengan mudah terkikis karena hasutan air laut yang terjadi secara besar dan terus menerus. Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, 10.000 hektar tambak hilang karena abrasi sepanjang tahun 2000-2003.

Meningkatnya suhu mengakibatkan tekanan udara semakin besar. Badai di laut lepas akan semakin sering terjadi. Beberapa kejadian badai angin juga terjadi di wilayah Jawa Tengah. Angin putting beliung menghantam delapan rumah dan sebuah bangunan sekolah dasar di Banyumas, Jawa Tengah, 6 Februari 2007. Beberapa waktu yang lalu, angin putting beliung juga mengakibatkan belasan rumah di wilayah Kemijen, Semarang porak poranda dan satu jiwa melayang karena tertimpa pohon tumbang. Fenomena alam ini jarang terjadi dalam kurun waktu sepuluh tahun yang lalu. Namun kenyataannya, kejadian tersebut mengalami peningkatan dalam frekuensi.

Dampak perubahan iklim sangat nyata dialami oleh warga Jawa Tengah. Jawa Tengah sangat rentan dan rawan terhadap dampak perubahan iklim. Dari kejadian bencana yang terjadi di wilayah Jawa Tengah, seluruh bencana adalah dampak dari perubahan iklim yakni kekeringan, banjir, angin putting beliung, dan tanah longsor. Kesemuanya adalah dampak yang dapat dilihat secara kasat mata. Namun ada yang lebih besar dan jauh lebih penting dibanding dampak alam tersebut yakni dampak social dan ekonomi. Berapa kerugian yang diakibatkan adanya perubahan iklim. Petani yang gagal panen karean banjir dan kekeringan, nalayan tambak yang kehilangan ikannya, nelayan laut yang berhenti melaut karena badai, pedagang yang terhambat mobilitasnya karena banjir, dan masih banyak lagi dampak-dampak social dan ekonmi lainnya yang lebih penting dan krusial untuk segara dicari pemecahannya.

Ketahanan pangan adalah salah satu prioritas sebagai dampak dari perubahan iklim. Perubahan iklim sudah terjadi dan tidak dapat dihindari. Dampak-dampak tersebut mulai dapat dirasakan saat ini. Dampak tidak perlu disesali namun memerlukan upaya penyesuaian terhadap dampak-dampak tersebut. Bagaimana kita, masyarakat Jawa Tengah yang sangat rentan dengan dampak-dampak tersebut, berupaya mengurangi resiko yang jauh lebih besar. Upaya mitigasi pun harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Mitigasi dan adaptasi harus dilakukan secara sinergis antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.