Industraliasasi di negara-negara berkembang dan maju mendorong naiknya pola-pola konsumtif orang. Pola hidup yang konsumtif terus berkembang seiring dengan naiknya kebutuhan hidup modern. Pola hidup konsumtif yang tidak ramah lingkungan memicu naiknya kosentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer.
Aktivitas-aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, dan peternakan memperburuk kondisi di atmosfer. Aktivitas manusia di kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer. melihat kenyataan tersebut, manusia berperan sekali dalam meningkatnya suhu secara global. aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, menjalankan mobil berbahan bakar, menggunakan eneri listrik, memproduksi barang-barang menghasilkan carbon yang sangat besar.
Pola hidup konsumtif yang mengharuskan manusia untuk mengonsumsi lebih mengakibatkan timbulan sampah yang juga penghasil gas methane. penggunaan kendaraan yang berlebihan memproduksi carbon dengan jumlah banyak. Penggunaan pupuk buatan yang berlebih oleh para petani juga berkontribusi langsung terhadap naiknya kosentrasi carbon di atmosfer.
Aktivitas manusia di sektor kehutanan, seperti penebangan hutan secara besar-besaran dan pembukaan hutan untuk lahan pertanian serta peternakan telah menyumbang carbon ke atmosfer dengan jumlah yang sangat besar. Pembakaran atau kebakaran hutan juga telah memberikan sumbangan carbon ke atmosfer. sektor kehutanan menjadi titik sumber terbesar penyumbang carbon yang memperparah proses terjadinya pemanasan global. Hutan sebagai sumber yang menyerap karbon berkurang karena penebangan dan pembakaran hutan. pohon-pohon tertebang melepaskan carbon tersimpan di pohon dan carbon tersebut akan terakumulasi ke atmosfer
Mekanisme Global Warming
GRK berada di lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. GRK terjadi secara alami dan jumlahnya adalah satu persen dari keseluruhan atmosfer. atmosfer sendiri berfungsi mengatur keadaan iklim di bumi. Ketika sinar matahari terpancar ke bumi, atmosfer berfungsi sebagai penahan sehingga panas yang diterima bumi tidak begitu panas. Radiasi tersebut diserap oleh bumi dan menjadikan bumi hangat. Sisa sinar tersebut dipantulkan kembali oleh bumi ke alam.
GRK adalah salah satu gas yang ada di atmosfer. GRK menyerap radiasi inframerah sinar matahari dan menjebak panas di atmosfer. untuk menahan kembali sinar matahari yang dipantulkan kembali ke alam oleh bumi. Jika tidak ada atmosfer, keadaan bumi akan sangat panas. Atmosfer berfungsi menahan radiasi sinar matahari secara langsung. Dengan naiknya kosentrasi GRK di atmosfer, panas matahari yang sediakalanya dikembalikan ke alam terperangkap oleh atmosfer. keadaan ini mengakibatkan panas matahari kembali ke bumi dan mengakibatkan suhu naik.
Carbon, methane, nitrous oxide, dan fluorocarbon adalah gas-gas penyusun GRK. Kosentrasi carbon adalah 60 % dari keseluruhan GRK (data dari IPCC). karbon merupakan gas yang paling utama dan terbesar di dalam proporsi GRK. Carbon dihasilkan oleh manusia dari pembakaran bahan bakar fosil, dan deforestrasi.
Pembakaran bahan bakar fosil, seperti industri, transportasi mengahasilkan karbon yang besar. Setiap tahun, manusia menyumbangkan lebih dari 30 milyar ton carbon ke atmosfer. menurut WWF, 36 % karbon dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di sektor energi (seperti pembangkit listrik dan kilang minyak). 27 % karbon dari sektor transportasi dan 15 % dari sektor rumah tangga dan jasa. sumber-sumber penghasil karbon yakni dari kegiatan pembukaan hutan untuk lahan berpindah dan pembukaan lahan peternakan.
Sektor pertanian dan peternakan berpotensi juga menyumbangkan GRK. Tingkat produksi pertanian yang tinggi mendorong penggunaan pupuk buatan yang tinggi pula. Penggunaan pupuk yang berlebih berpotensi menghasilkan GRK yakni Nitrous Oxide. Di sektor peternakan, produksi kotoran ternak yang berlebih memberikan kontribusi methan untuk GRK di atmosfer. Meskipun hanya berkontribusi pada GRK sebanyak 20% namun methane memiliki efek 60 kali lebih dasyat dibanding dengan carbon karena dapat bertahan di atsmosfer selama kurang lebih 12 tahun.




