<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Quo Vadis Pendidikan Indonesia</title>
	<atom:link href="http://theordinary.wordpress.com/2008/01/02/quo-vadis-pendidikan-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://theordinary.wordpress.com/2008/01/02/quo-vadis-pendidikan-indonesia/</link>
	<description>widening the view, touching the heart, inovating the idea, and thinking with action</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 17:39:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: amalia wulansari</title>
		<link>http://theordinary.wordpress.com/2008/01/02/quo-vadis-pendidikan-indonesia/#comment-17</link>
		<dc:creator>amalia wulansari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 19:03:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://theordinary.wordpress.com/2008/01/02/quo-vadis-pendidikan-indonesia/#comment-17</guid>
		<description>terima kasih atas comment nya.........kapan bisa diskusi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas comment nya&#8230;&#8230;&#8230;kapan bisa diskusi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: saputra</title>
		<link>http://theordinary.wordpress.com/2008/01/02/quo-vadis-pendidikan-indonesia/#comment-16</link>
		<dc:creator>saputra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 01:07:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://theordinary.wordpress.com/2008/01/02/quo-vadis-pendidikan-indonesia/#comment-16</guid>
		<description>Pemahaman dan pemaparan yang cukup lugas dan impressive, namun terkesan mengesampingkan fakta dan kenyataan yang ada, menurutku pendidikan yang menghasilkan output dengan standar nilai tinggi tidak ada salahnya tapi bagaimana cara anak didik tersebut memperoleh nilai tersebut, artinya Prosesnya dilakukan benar dgn kata lain tidak mencontek / menipu atau hal-hal negatif lainnya kemungkinan besar kedepannya ia ada harapan untuk menjadi orang berguna kelak...hal ini karna sifat positif berfikir dibarengin dengan otak yg cerdas akan membawa nilai2 yang baik untuk dirinya sendiri dan orang lain, bgitu juga sebaliknya.

Perlu ditambahkan juga bahwa dalam proses pendidikan itu sangat dibutuhkan SIKAP DISIPLIN dan pantang menyerah, karna dengan faktor tersebut akan memacu anak didik untuk berbuat tidak sekehendak hatinya, dimana jika dia melalaikan faktor tersebut dia pasti akan menerima punishment dengan jika dia melakukannya dia akan menerima reward, dan ini sudah banyak kenyataannya.

tapi dalam pendidikan juga hendaknya dilihat batasan-batasan usia, dan tingkat pendidikan, hendaknya dibedakan tujuan pendidikan anak-anak usia 3-5 Th, anak 6-15 th, ( pada usia ini sebaiknya dibekali Pondasi Dasar Agama, Akhlak dan Budi Pekerti yang luhur )  karna semakin tinggi usia anak akan semakin sulit untuk dikendalikan ahlaknya, dan biasanya pada usia ini anak2 masih bisa dididik untuk menerima hal-hal yang baik, dan pada usia ini juga bisa jadi untuk membentuk Frame kedepan anak tersebut. hendaknya pada usia ini Orang tua ikut andil yang besar dalam proses pembentukan nilai2 Spiritual, Ahlak dan budi pekerti ini..

sedangkan usia 16 Th. keatas merupakan tahap lanjutan proses pendidikan dimana anak akan lebih bertanggung jawab untuk dirinya sendiri dan akan menjadi apa kelaknya...
orang tua hanya memberi arahan dan dorongan untuk kearah yang lebih baik dan tentu saja sikap2 nilai positif..

Nilai-nilai Spiritual, ahlak dan budi pekerti akan sangat berharga dengan kemajuan zaman sampai kapanpun, karna  jika dibandingkan dengan negara yang sudah lebih dulu maju, tingkat intelegensi dan mutu pendidikan negara kita tidak kalah, hal ini terbukti banyak pelajar2 indonesia mampu memenangkan uji science di tingkat internasional, mulai dari pendidikan menegah dan tinggi.
tapi karna nilai2 dasar dan pondasi spiritual dari keluarga yang kecil dan cenderung diabaikan membuat anak2 didik ini tumbuh dengan pribadi yang kurang bertanggung jawab.

terima kasih
Fadli</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemahaman dan pemaparan yang cukup lugas dan impressive, namun terkesan mengesampingkan fakta dan kenyataan yang ada, menurutku pendidikan yang menghasilkan output dengan standar nilai tinggi tidak ada salahnya tapi bagaimana cara anak didik tersebut memperoleh nilai tersebut, artinya Prosesnya dilakukan benar dgn kata lain tidak mencontek / menipu atau hal-hal negatif lainnya kemungkinan besar kedepannya ia ada harapan untuk menjadi orang berguna kelak&#8230;hal ini karna sifat positif berfikir dibarengin dengan otak yg cerdas akan membawa nilai2 yang baik untuk dirinya sendiri dan orang lain, bgitu juga sebaliknya.</p>
<p>Perlu ditambahkan juga bahwa dalam proses pendidikan itu sangat dibutuhkan SIKAP DISIPLIN dan pantang menyerah, karna dengan faktor tersebut akan memacu anak didik untuk berbuat tidak sekehendak hatinya, dimana jika dia melalaikan faktor tersebut dia pasti akan menerima punishment dengan jika dia melakukannya dia akan menerima reward, dan ini sudah banyak kenyataannya.</p>
<p>tapi dalam pendidikan juga hendaknya dilihat batasan-batasan usia, dan tingkat pendidikan, hendaknya dibedakan tujuan pendidikan anak-anak usia 3-5 Th, anak 6-15 th, ( pada usia ini sebaiknya dibekali Pondasi Dasar Agama, Akhlak dan Budi Pekerti yang luhur )  karna semakin tinggi usia anak akan semakin sulit untuk dikendalikan ahlaknya, dan biasanya pada usia ini anak2 masih bisa dididik untuk menerima hal-hal yang baik, dan pada usia ini juga bisa jadi untuk membentuk Frame kedepan anak tersebut. hendaknya pada usia ini Orang tua ikut andil yang besar dalam proses pembentukan nilai2 Spiritual, Ahlak dan budi pekerti ini..</p>
<p>sedangkan usia 16 Th. keatas merupakan tahap lanjutan proses pendidikan dimana anak akan lebih bertanggung jawab untuk dirinya sendiri dan akan menjadi apa kelaknya&#8230;<br />
orang tua hanya memberi arahan dan dorongan untuk kearah yang lebih baik dan tentu saja sikap2 nilai positif..</p>
<p>Nilai-nilai Spiritual, ahlak dan budi pekerti akan sangat berharga dengan kemajuan zaman sampai kapanpun, karna  jika dibandingkan dengan negara yang sudah lebih dulu maju, tingkat intelegensi dan mutu pendidikan negara kita tidak kalah, hal ini terbukti banyak pelajar2 indonesia mampu memenangkan uji science di tingkat internasional, mulai dari pendidikan menegah dan tinggi.<br />
tapi karna nilai2 dasar dan pondasi spiritual dari keluarga yang kecil dan cenderung diabaikan membuat anak2 didik ini tumbuh dengan pribadi yang kurang bertanggung jawab.</p>
<p>terima kasih<br />
Fadli</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
